Selasa, 05 Juni 2012

Distribusi Peran dan Tanggung Jawab Penempatan dan Perlindungan TKI (manusia dan tanggung jawab)

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB (RESPONSIBILITY)
Keadaan wajib menanggung segala sesuatu. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah, berkewajiban bertanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya .
Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku dan perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Perlindungan dan pelayanan kepada pahlawan devisa yang berada di luar negeri belum dilakukan dengan maksimal. Masih banyak keluhan dan masalah saat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berada di luar negeri. Sehubungan dengan itu, Bappenas dan Kementerian/ Lembaga (K/L) terkait menggelar rapat untuk menentukan formula pembagian peran antara pusat dan daerah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada pekerja migran yang akan berangkat keluar negeri.

Penentuan formula ini terkait dengan penyusunan matrik tindakan prioritas di bidang ekonomi, yang berfokus pada pelayanan dan perlindungan pekerja migran dan akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.

Rapat tersebut dipimpin Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Bappenas Dra. Rahma Iryanti, MT pada Kamis (15/10) di Ruang SS 1-2 Bappenas, mulai pukul 9.00 WIB hingga selesai. Rapat ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Departemen Kesehatan, Departemen Luar Negeri, Departemen Hukum dan HAM, Departemen Sosial, Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Dalam Negeri, Departemen Pendidikan Nasional, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Polri.

Dalam kesempatan itu, Ibu Rahma memaparkan beberapa komponen utama pembagian peran dan tanggung jawab penempatan dan perlindungan TKI ke luar negeri. “Berdasarkan fungsinya, kegiatan prioritas dari Depnakertrans adalah melakukan peningkatan dan perlindungan kepada para tenaga kerja migran melalui perbaikan regulasi,” ujar Ibu Rahma.

Lebih jauh Ibu Rahma memaparkan peran dan tanggung jawab berbagai departemen dan lembaga. Misalnya prioritas tugas BNP2TKI, sesuai Peraturan Presiden No 18 Tahun 2006, antara lain adalah memberikan pelayanan untuk penempatan calon tenaga kerja migran; meningkatkan pengetahuan pekerja migran melalui penguatan kelembagaan dan pengembangan kegiatan produktifitas; serta rehabilitasi bagi tenaga kerja migran yang telah kembali ke tanah air.
Sedangkan kegiatan prioritas Deplu adalah meningkatkan perlindungan pekerja migran melalui penguatan kelembagaan. Menko Kesra kegiatan prioritasnya adalah mengkoordinasikan penyusunan skim pembiayaan kredit, jaminan asuransi dan remitansi bagi tenaga kerja migran. Lalu kegiatan prioritas Depkominfo adalah membangun online information system (Olis), yaitu pelayanan bagi tenaga kerja migran yang terintegrasi. Dan kegiatan prioritas Depkes adalah meningkatkan kualitas pelayanan sarana kesehatan dalam pemeriksanaan calon tenaga kerja migran. (Humas)

Kasus terorisme di dunia (Manusia dan Pandangan Hidup)

pandangan hidup adalah bagaimana cara manusia untuk berfikir, mengenali dan merasakan atas apa yang akan dijalaninya, berbicara tentang pandangan hidup sama halnya seperti kita berbicara tentang ideologi. karena ideologi itu sendiri lahir atas pandangan hidup. dengan pandangan hidup manusia punya pegangan/pedoman yang menggaris bawahi hidupnya.
dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita melihat suatu kejadian atau peristiwa dimana disaat yang sama kita akan mengingat, menimbang dan merasakan jika peristiwa tersebut menimpa kita. dengan berfikiran seperti itu, secara langsung kita sudah mempunyai pedoman bahwa jangan sampai mengulangi/kejadian tersebut menimpa kita. dengan kejadian ini kita akan berfikir untuk mencegah supaya kejadian tersebut tidak mengenai kita.
pandangan hidup menyangkut pola pikir kita terhadap orang lain maupun lingkungan, dengan pandangan hidup yang positif kita pun dapan menjalani hidup kita dengan baik.



Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil.
Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya (“teroris”) layak mendapatkan pembalasan yang kejam.
Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan “teroris” dan “terorisme”, para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : “Makna sebenarnya dari jihad, mujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang”. Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.
Selain oleh pelaku individual, terorisme bisa dilakukan oleh negara atau dikenal dengan terorisme negara (state terorism). Misalnya seperti dikemukakan oleh Noam Chomsky yang menyebut Amerika Serikat ke dalam kategori itu. Persoalan standar ganda selalu mewarnai berbagai penyebutan yang awalnya bermula dari Barat. Seperti ketika Amerika Serikat banyak menyebut teroris terhadap berbagai kelompok di dunia, di sisi lain liputan media menunjukkan fakta bahwa Amerika Serikat melakukan tindakan terorisme yang mengerikan hingga melanggar konvensi yang telah disepakati.



Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi aktual terutama sejak terjadinya peristiwa World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, dikenal sebagai “September Kelabu”, yang memakan 3000 korban. Serangan dilakukan melalui udara, tidak menggunakan pesawat tempur, melainkan menggunakan pesawat komersil milik perusahaan Amerika sendiri, sehingga tidak tertangkap oleh radar Amerika Serikat. Tiga pesawat komersil milik Amerika Serikat dibajak, dua di antaranya ditabrakkan ke menara kembar Twin Towers World Trade Centre dan gedung Pentagon.
Berita jurnalistik seolah menampilkan gedung World Trade Center dan Pentagon sebagai korban utama penyerangan ini. Padahal, lebih dari itu, yang menjadi korban utama dalam waktu dua jam itu mengorbankan kurang lebih 3.000 orang pria, wanita dan anak-anak yang terteror, terbunuh, terbakar, meninggal, dan tertimbun berton-ton reruntuhan puing akibat sebuah pembunuhan massal yang terencana. Akibat serangan teroris itu, menurut Dana Yatim-Piatu Twin Towers, diperkirakan 1.500 anak kehilangan orang tua. Di Pentagon, Washington, 189 orang tewas, termasuk para penumpang pesawat, 45 orang tewas dalam pesawat keempat yang jatuh di daerah pedalaman Pennsylvania. Para teroris mengira bahwa penyerangan yang dilakukan ke World Trade Center merupakan penyerangan terhadap “Simbol Amerika”. Namun, gedung yang mereka serang tak lain merupakan institusi internasional yang melambangkan kemakmuran ekonomi dunia. Di sana terdapat perwakilan dari berbagai negara, yaitu terdapat 430 perusahaan dari 28 negara. Jadi, sebetulnya mereka tidak saja menyerang Amerika Serikat tapi juga dunia. Amerika Serikat menduga Osama bin Laden sebagai tersangka utama pelaku penyerangan tersebut.
Kejadian ini merupakan isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional.
Terlebih lagi dengan diikuti terjadinya Tragedi Bali, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia, yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Perang terhadap Terorisme yang dipimpin oleh Amerika, mula-mula mendapat sambutan dari sekutunya di Eropa. Pemerintahan Tony Blair termasuk yang pertama mengeluarkan Anti Terrorism, Crime and Security Act, December 2001, diikuti tindakan-tindakan dari negara-negara lain yang pada intinya adalah melakukan perang atas tindak Terorisme di dunia, seperti Filipina dengan mengeluarkan Anti Terrorism Bill.

Keadilan dalam hal umum dan kehidupan sehari-hari (manusia dan keadilan)

Keadilan adalah perlakuan manusia dari segi kelayakan. Ada juga pendapatan yang mengatakan bahwa keadilan adalah persamaan hak dan kewajiban. Masing-masing individu pasti mempunyai definisi tersendiri tentang makna keadilan. Tapi yang paling pasti adalah dunia ini tanpa keadilan akan berubah seperti dunia yang diisi oleh banyak sekali kejahatan. Misal dalam kriminal, orang yang merasa kuat akan selalu menindas yang lemah. Kecenderungan ketenteraman manusia dapat diukur dari tingkat keadilan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti hukum yang selalu ada agar keadilan itu selalu terjaga. Tak mungkin ada kehidupan masyarakat yang tenteram tanpa diimbangi tingkat keadilan yang tinggi pula.
Jauh dari ranah hukum, manusia juga memilki rasa sadar akan keadilan yang tinggi pula. Tak ada satu manusiapun yang mau ketidakadilan menerpa dirinya. Secara refleks, manusia memiliki perasaan dan logika untuk bersikap adil dan merasa teradili. Contoh saat manusia mendapat perbedaan hak dalam bentuk gaji atau honor dari pekerjaan mereka, pasti mereka ingin menuntut keadilan di situ. Apalagi memang keadilan itu diawali dari hati nurani seluruh manusia. Namun tidak semua keadilan berdefinisi jika manusia yang satu dengan yang lainnya harus mendapat perlakuan atau penghargaan yang sama. Contoh, Juliardi pantas mendapat beasiswa karena prestasi belajarnya yang membanggakan. Sedangkan Pasha yang belum menunjukkan prestasi belajar yang bagus, menuntut agar mendapat beasiswa seperti yang didapatkan Juliardi, Apakah ini dapat dikatakan sebagai ketidakadilan? Tentu tidak. Karena definisi tentang keadilan disini adalah tentang apa yang memang menjadi hak manusia secara sepantasnya, bukan semata-mata karena rasa iri kepada sesama manusia.

prestasi yang terabaikan (manusia dan penderitaan)

prestasi adalah suatu keahlian yang dimiliki oleh manusia dengan kelebihannya di berbagai bidang, prestasi juga bisa menjadi kebanggan bagi orang-orang yang ada disekelilingnya, prestasi juga identik dengan peringkat, tingkatan dan penghargaan. di Indonesia yang tercinta ini prestasi hanyalah hal yang sementara, mengapa demikian? karena banyak prestasi yang hanya dimanfaatkan untuk umum dan juga untuk kepentingan khusus,, namun itu hanya bersifat sementara.
salah satunya negara membuat "rumah" bagi atlit-atlit di bidang olah raga untuk memajukan prestasi Indonesia, namun dana dari pembangunan tersebut dikorupsi. banyak mantan-mantan atlit Indonesia yang dulunya mempunyai prestasi yang membanggakan bagi Indonesia namun sekarang kehidupannya sangat prihatin. dimanakah wajah pemerintah dalam menanggapi masalah ini? adakah rumah bagi mereka-mereka untuk hidup layak. bahkan saat ini sumbangsih mereka sangatlah besar bagi begara tercinta ini, tapi apa sumbangsih negara untuk atlit yang telah membasarkan bangsa ini.
harapan saya adalah prestasi apapun yang telah dibuat oleh bangsa sendiri ini patut dihargai dan dikembangkan, dukungan adalah salsh satu modal bagi pemerintah untuk memajukan negaranya sendiri. dengan begitu masyarakat pun akan berlomna-lomba untuk menciptakan suatu inovasi dan penemuan baru. karena mereka membuat juga untuk negara kita sendiri dan untuk kebaikan orang disekitarnya.

_Tyo_

Selasa, 27 Maret 2012

wayang merupakan kebudayaan khas indonesia (manusia dan kebudayaan)


indonesia memiliki beragam budaya dan adat istiadat di setiap daerahnya. masing-masing adat mempunyai unsur / suatu cerita yang menggambarkan kisah-kisah/ leganda masa lalu, seperti yang kita kenal adalah wayang. wayang merupakan budaya khas indonesia, banyak para wisatawan mancanegara detang untuk mempelajarinya. tetapi seiring berkembanya teknologi, budaya ini kian sirna karena kurangnya kesadaran generasi muda akan budaya yang merupakan ciri khas bangsa indonesia ini. budaya haruslah dijaga dan dilestarikan, dan pemerintah pun harus mendukungnya. sebab di erang yang berteknologi banyak generasi muda yang lebih memilih bermain game online, Facebook, nonton bioskop, dll. padahal jika kita ikut melestarikan dan menjaga budaya ini, kita bisa meningkatkan devisa negara, karena negara-negara diluar sana melihat kebudayaan ini sebagai sesuati yang unik. disamping  memiliki cerita-cerita yang mendidik wayang juga dapat memiliki pesan-pesan moral. oleh karena itu kita sebagai warga negara indonesia harusnya bangga akan kebudaayan yang dimiliki oleh negara ini.kebudayaan itu harusnya di pelihara, dijaga, dan dilestarikan agar tidak di klaim negara lain.

ini adalah contoh wayang di pulau Jawa Kilas Kisah Wayang di Jawa. Pernah diungkakan bahwa bagi orang Jawa “antara pekerjaan, interaksi dan doa tidak ada perbedaan prinsip hakiki” (Magnis-Suseno, 2001: 82) dengan demikian setiap aktivitas atau gerak diri sepenuhnya dikontrol oleh ‘kesadaran akan’. Dan derivasi dari seluruh filsafat Jawa adalah ‘mematenkan’ pengetahuan itu dalam sebuah karya. Hakikatnya, karya adalah puncak pengejawantahan hidup yang sesungguhnya bagi orang Jawa.

Dari jaman gemilang itu dikenal dan dikenanglah berbagai Pujangga, Pustaka, Pusaka dan Pusara, sebagai museum hidup: situs dan ritus kebudayaan, bahkan hingga keberadaannya hari ini. Namun demikian patut dicatat, pasca Ronggowarsito yang sering disebut sebagai pujangga penutup, atau pasca jatuhnya laskar-laskar Diponegoro (1825-1830), wajah Jawa banyak mengalami pergeseran dan perubahan. Jawa tidak lagi menghasilkan daur hidup yang sejatinya. Hal ini diperparah lagi bahwasanya priyayi-priyayi Jawa sebagai kelas menengah dalam struktur hierarki sosial Jawa tidaklah memainkan peran yang cukup signifikan. Namun
kemerosotan itu tertutupi dengan sosialisasi kesenian di tengah masyarakat—sebab memang hanya itulah yang dapat mereka lakukan. Mengomentari situasi tersebut, dalam sebuah terbitannya 42 tahun lalu, Anderson mengatakan :
“Di pedesaan perubahan terjadi dengan lebih lambat, dan disanalah budaya jawa yang tua paling kuat mempertahankan pegangan atas jiwa manusia. Meskipun demikian, musim gugur telah tiba. Pada pohon kebudayaan Jawa daun-daun jatuh satu per satu” (2003: 70).

Yang ada bagi Jawa hari ini adalah kebudayaan sebagai komoditas, utamanya komoditas wisata. Satu yang tersisa, katakalah demikian, adalah WAYANG. Bagaimanapun bentuknya kini kesenian ini dapat terus bertahan—walau toch tetap berada dalam nuansa yang mengharukan—dan ia dipercaya sebagai salah satu gawang pertahanan terakhir Jawa hari ini. Padanyalah Jawa sebenarnya menyandarkan diri.
Wayang memainkan peran penting dalam sejarah Jawa walaupun ia dianggap tidak asli berasal dari Jawa. Penelitian mengenai asal usul wayang sendiri belum mencapai kata sepakat hingga hari ini. Wayang dianggap berasal dari India dan dibuat pada kitaran 8-9 SM oleh Vyasa (Kresna Dvipayana).
Namun demikian bukan nama Vyasa saja yang menjadi kandidat bagi penulis Mahabarata, ada dua orang penutur lain di samping Vyasa tadi, mereka adalah Ugrasravas dan Vaisempayana. Awalnya kitab ini terdiri dari sekitar 24.000 kuplet dan pada gilirannya berkembang hingga menjadi 100.000 kuplet (Amir, 1997:42).
Lakon wayang Jawa sendiri seringkali mengadaptasi dua epik besar, Mahabarata dan Ramayana ataupun carangannya (cabang ceritanya) dan ini berlangsung sejak awal perkembangannya. Di Jawa, misalkan, lakon Arjunawiwaha, atau paling tidak dalam bentuk sastranya disadur pertama kali pada masa Prabu Dharmawangsa, abad ke-11 M, sementara Ramayana disadur sedikit lebih dahulu.
Lalu Kakawin Ramayana dibuat ± 903 M oleh Yogisvara. Kakawin ini mengikuti versi Bhattikavya yang dibuat di Khasmir pada abad ke-5 M dan tidak menyantumkan buku pertama dan terakhir Valmiki, yakni Bale Kanda dan Uttara Kanda. Yang menarik, tidak berselang lama dari penyadurannya, Kakawin Ramayana langsung dipentaskan. Hal ini dibuktikan dengan prasasti Balitung, “… si Geligi buat Hyang macerita Bhima ya kumara…”
atau “Geligi mengadakan pertunjukan wayang dan mengambil lakon Bima muda” (Amir, 1997: 34, 40).

Wayang menjadi suatu bentuk kesenian yang khas, utamanya karena sebenarnya ia berasal dari tradisi keraton namun kemudian justru hidup dalam rakyat kebanyakan. Menurut Geertz (1981: 358) ini karena sifat rakyat kebanyakan cenderung ritualis, politheis dan magis sementara para priyayi cenderung dekat yang mistik-pantheis dan spekulatif.
Secara sosial wayang memiliki posisi istimewa karena ia dianggap sebagai salah satu bentuk kesenian yang mampu menjembatani sekat-sekat yang ada. Ben Anderson (2003: 12) menyebutnya sebagai,
“….mitologi religius yang diterima hampir secara universal, yang mampu membina suatu keterikatan intelektual dan emosional yang mendalam. (…) mitologi wayang Jawa adalah suatu upaya untuk menjelajahi secara puitis posisi eksistensial orang Jawa, hubungan-hubungannya dengan tatanan alam nyata dan dunia gaib, kepada sejawatnya dan kepada dirinya sendiri. Sangat kontras dengan agama-agama besar Timur Dekat, bagaimanapun, ‘agama’ wayang tidaklah memiliki Nabi, Kitab Suci atau Sang Penebus. Tradisi ini tidak memandang dunia dalam perlintasan gerak yang linear, ataupun mengkhotbahkan pesan keselamatan universal. Tidak juga dia menawarkan ekstase sebagaimana pewahyuan masa depan seperti dalam tradisi
Kristen, semata pasang-surut Waktu yang ajek”.
Penjelasan Anderson ini menunjukkan relativisme wayang, termasuk nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yang mungkin sejalan dengan penjabaran istilah wayang yang ditengarai berasal dari kata bayang. Yang dikotomis dalam wayang adalah logika komplementer yang paling mendasar dari hidup. Yang dikotomis ini tidak saja berlaku pada saat atau kejadian melainkan juga pada tokoh, peran, karakter dan fungsi mereka yang bersinggung satu sama lain dan Anderson menyebut seluruh persinggungan ini sebagai “ketegangan yang selaras dan kestabilan yang energetik dari Weltanschauung” atau mengikuti rumusan Claire Holt, “dunia stabil yang didasarkan pada konflik”.
Ambillah sebagai contoh, Kresna Duta. Lakon terkenal yang menggambarkan turun tangannya Kresna dalam Baratayuda. Kresna yang titisan Wisnu menjadi tokoh yang mengetahui apa yang harus dan apa yang akan. Tidak ada yang merintangi kehendaknya untuk mengikuti dan memenuhi ketetapan takdir. Pada lakon tersebut digambarkan bagaimana empat ekor kuda beserta tokoh pengiringnya itu sebenarnya menjawab sifat komplementer dari panteon hindu sekaligus serangan syirik (charges of ideolatry) yang kerap ditudingkan kepada wayang, selain koneksitas Kalimasada milik Yudhistira dan Kalimat Syahadat Sunan Kali Jaga.


orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengasuh anak (manusia dan cinta kasih)

kesibukan dalam bekerja merupakan hal yang sudah lumrah sekarang ini, sampai-sampai seseorang lupa waktu karena pekerjaannya. apalagi ketika seseorang tersebut sudah berkeluarga.
kadang kala seorang ayah suka lupa akan anak-anaknya ketika iya bekerja, padahal dalam bekeluarga, orang tualah yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan anak. kebanyakan seorang anak yang kurang perhatian orang tua menjadi anak yang nakal, dan lebih memilih pergaulan bebas. Guru disekolah hanyalah sebagai perantara dalam mengasuh anak, selebihnya orang tua.
seharusnya orang tua menyisihkan waktu untuk bermain dengan anak, agar anak juga mendapat perhatian terhadap orang tuanya.

grafiti merupakan seni (manusia dan keindahan)

raffiti tidak lagi melulu berupa corat-coret tak jelas di dinding kota. Kini kesenian jalanan makin kreatif dan secara tidak langsung malah menambah keunikan sebuah kota. Berikut 5 kota yang memiliki graffiti terbaik di dunia. Gambar-gambar yang menyindir, membela kaum lemah atau sekedar unik menjadi tema umum graffiti yang tersebar di seluruh penjuru kota. Masyarakat yang sedang menggunakan jalan sering kali merasa terhibur dengan seni lukis yang bisa dibilang indah

Baca Artikel Aslinya di : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/05/inilah-5-kota-dengan-grafiti-paling.html
raffiti tidak lagi melulu berupa corat-coret tak jelas di dinding kota. Kini kesenian jalanan makin kreatif dan secara tidak langsung malah menambah keunikan sebuah kota. Berikut 5 kota yang memiliki graffiti terbaik di dunia. Gambar-gambar yang menyindir, membela kaum lemah atau sekedar unik menjadi tema umum graffiti yang tersebar di seluruh penjuru kota. Masyarakat yang sedang menggunakan jalan sering kali merasa terhibur dengan seni lukis yang bisa dibilang indah

Baca Artikel Aslinya di : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/05/inilah-5-kota-dengan-grafiti-paling.html
Graffiti tidak lagi melulu berupa corat-coret tak jelas di dinding kota. Kini kesenian jalanan makin kreatif dan secara tidak langsung malah menambah keunikan sebuah kota. Berikut 5 kota yang memiliki graffiti terbaik di dunia. Gambar-gambar yang menyindir, membela kaum lemah atau sekedar unik menjadi tema umum graffiti yang tersebar di seluruh penjuru kota. Masyarakat yang sedang menggunakan jalan sering kali merasa terhibur dengan seni lukis yang bisa dibilang indah.

Baca Artikel Aslinya di : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/05/inilah-5-kota-dengan-grafiti-paling.html
Graffiti tidak lagi melulu berupa corat-coret tak jelas di dinding kota. Kini kesenian jalanan makin kreatif dan secara tidak langsung malah menambah keunikan sebuah kota. Berikut 5 kota yang memiliki graffiti terbaik di dunia. Gambar-gambar yang menyindir, membela kaum lemah atau sekedar unik menjadi tema umum graffiti yang tersebar di seluruh penjuru kota. Masyarakat yang sedang menggunakan jalan sering kali merasa terhibur dengan seni lukis yang bisa dibilang indah.

Baca Artikel Aslinya di : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/05/inilah-5-kota-dengan-grafiti-paling.html


Graffiti sering dipandang sebagai coretan di dinding penuh “sumpah serapah dan protes” yang (dianggap) “merusak” keindahan” kota. Namun jalan inilah yang dipilih Shinko Akitado Siburian dan anak-anak Hand Job Crew: Soul Fourtheen, Note Two, dan Stylus dalam mengekspresikan kreativitas seni mereka.

Lewat “coretan” bertema Go Green yang dibikin mereka di sudut tembok tepi sungai kawasan Jalan Jend. Gatot Subroto (dekat simpang Kapten Muslim) Medan, mereka menyampaikan pesan sosial dan kepedulian mereka pada lingkungan yang lestari. Di media tembok mereka mencurahkan ekspresi seni spray paint untuk mengingatkan ancaman global warming yang membuat Bumi semakin meringis.
Berlangsung selama dua hari, pada 4 – 5 Agustus lalu, aksi graffiti Go Green ini juga difilmkan dalam bentuk dokumenter yang dibagikan untuk menyuarakan aspirasi seni kreativitas mereka. “Kami ingin mengubah imej negatif terhadap graffiti… semoga ini bisa mencitrakan graffiti yang positif dan mengingatkan setiap orang untuk semakin peduli pada lingkungan,” ujar Shinko.
Graffiti yang mereka buat terdiri dari bentangan  pulasan warna alam dengan fokus obyek utama berupa pohon yang menyangga bola dunia!
Mungkin pesan yang mereka sampaikan cukup jelas. Seperti juga seniman graffiti dan mural misterius dunia bernama Banksy, yang memilih jalan “coretan di dinding” untuk membuka mata dunia!

pada dasarnyaa grafiti merupakan satu alat untuk menciptakan suatu kreasi, maupun pesan dari si pembuat..
oleh karena itu grafiti merupakan sarana bagi pembuat untuk mencurahkan kreatifitas yang ada didalam dirinya dengan cara membuat grafiti tadi. tetapi banyak oknum-oknum setempat yang kurang begitu suka terhadap "kreatifitas jalanan ini" dikarenakan bukan pada "tempatnya".
 banyak orang yang menyetujui adapun yang tidak dengan "tulisan jalanan ini", namun bagi saya grafiti itu baik, dan merupakan seni yang harus di kembangkan. pemerintah seharusnya memberi wadah / tempat buat para "bommber" ini. disamping seni, grafiti juga bisa digunakan untuk hal yang mendidik.
Graffiti tidak lagi melulu berupa corat-coret tak jelas di dinding kota. Kini kesenian jalanan makin kreatif dan secara tidak langsung malah menambah keunikan sebuah kota. Berikut 5 kota yang memiliki graffiti terbaik di dunia. Gambar-gambar yang menyindir, membela kaum lemah atau sekedar unik menjadi tema umum graffiti yang tersebar di seluruh penjuru kota. Masyarakat yang sedang menggunakan jalan sering kali merasa terhibur dengan seni lukis yang bisa dibilang indah

Baca Artikel Aslinya di : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/05/inilah-5-kota-dengan-grafiti-paling.html